Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

SIAP LAYANI 5 RIBU PENONTON, LCP MINTA DIAKOMODIR ITDC DI MOTOGP

Setelah Astindo NTB minta jatah kuota tiket, kini giliran Lombok Culinary Peofesional (LCP) minta di akomodir Indonesian Tourism Development Corporati
SIAP LAYANI 5 RIBU PENONTON, LCP MINTA DIAKOMODIR ITDC DI MOTOGP
Ketua LCP, Lalu Arifin, buktikan hasil kerjanya di acara 'begibung' dinner di depan pelaku wisata

SENGGIGI, kataberita.net - MotoGP masih 90 hari akan dihelat. Pekerja profesional yang tergabung dalam berbagai asosiasi lokal NTB, menagih peran di event motor sport internasional MotoGP. Setelah Astindo NTB minta jatah kuota tiket, kini giliran Lombok Culinary Peofesional (LCP) minta di akomodir Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC).

LCP adalah kumpulan leader chef internasional yang tergabung dalam asosiasi lokal NTB. Leader chef yang tergabung dalam organisasi ini, rata-rata memiliki pengalaman selangit soal mengolah bahan pangan. Termasuk penyajian makanan sesuai selera lidah wisatawan asing puluhan negara.

"Kami punya pengalaman 15 tahun melayani lima ribu penumpang kapal pesiar per hari. Kami cukup paham lidah oranh asing berbagai negara. Kami sanggup melayani dan menjamin kesehatan menu yang kami sajikan untuk pembalap atau tamu VIP MotoGP. Kami minta dilibatkan di event international MotoGP nanti," pinta Ketua LCP NTB, Lalu Arifin, di Jiva Klui belum lama ini.

Suasana acara begibung di Jiva Klui, membuktikan kemampuan asosiasi LCP

Sedikitnya 28 leader chef yang tergabung di asosiasi LCP, meminta pihak ITDC mengakomodir mereka karena putra daerah NTB. LCP juga berjanji melibatkan tenaga-tenaga terampil di sejumlah perguruan tinggi pariwisata di Lombok. Pemanfaatan sumber daya dan bahan pangan lokal menjadi bagian dari komitmen LCP.

"Kami bahkan siap melayani permintaan tamu MotoGP dengan memanfaatkan hasil pertanian masyarakat lokal NTB, terutama di lingkar sirkuit Mandalika. Kami juga berkolaborasi dengan ketua-ketua nelayan di Lombok untuk memenuhi kebutuhan tamu," imbuh Arifin.

LCP memberi jaminan kesehatan olahan menu yang akan disajikan kepada pembalap dan tamu VIP penonton MotoGP. Selain jaminan kesehatan, LCP juga sanggup menjamin kualitas dan kuantitas makanan sesuai standar kesehatan dan kebutuhan tamu. LCP juga siap bertanggungjawab atas sanitasi dan prosedur cara memasak yang sehat dan bersih.

"Bahan dan produk lokal harus dimaksimalkan. Karena kita adalah tuan rumah. Masyarakat lokal NTB juga harus mendapat manfaat dari perhelatan olahraga internasional ini. Kita bukannya tidak mampu, tapi kami punya potensi, pengalaman dan sumber daya alam berlimpah" tegas putra daerah asal Lombok Tengah ini berkomitmen.

Segala upaya sudah dilakukan Arifin dan LCP. Berkomunikasi dengan pemerintah dan legislatif. Arifin dengan asosiasinya siap memberi bukti keahlian mereka di depan tamu.

Pandemi covid-19 dua tahun terakhir, membuat puluhan chef ini kehilangan pekerjaan. Meski mulai berkiprah di beberapa hotel di Lombok, namun LCP ingin diakomodir dan diberi peran dalam perhelatan event MotoGP.

Sebelumnya, Sahlan M. Saleh, melalui Astindo NTB juga mendesak difasilitasi ITDC dan pemerintah, agar diberi kuota jatah tiket, hotel dan transportasi. Astindo juga mendesak pemerintah melakukan standarisasi harga-harga. (*)

Posting Komentar

© Kata Berita. All rights reserved. Developed by Jago Desain