Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

HARGA ROKOK BISA TEMBUS Rp. 45 RIBU PER BUNGKUS

Kenaikan cukai hasil tembakau (CHT), spontan akan mempengaruhi harga jual rokok di tingkat pengecer (warung, red)
HARGA ROKOK BISA TEMBUS Rp. 45 RIBU PER BUNGKUS
Ilustrasi, salah satu jenis rokok yang akan mengalami kenaikan harga jual di tingkat pengecer

MATARAM, kataberita.net - Kenaikan cukai hasil tembakau (CHT), spontan akan mempengaruhi harga jual rokok di tingkat pengecer (warung, red). Menilik perkiraan harga rokok di tingkat pengecer jenis sigaret putih mesin (SPM) bisa-bisa tembus di angka Rp. 45 ribu per bungkus.

Melalui Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, pemerintah telah mengumumkan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok per 1 Januari 2022. Kenaikan tersebut berarti akan mempengaruhi harga jual eceran (HJE) rokok. Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan, Presiden Joko Widodo telah meminta agar kenaikkan cukai rokok segera diumumkan sehingga segera bisa dijalankan pada 1 Januari 2022.

"Ini adalah cukai baru yang akan berlaku mulai bulan Januari. Pak Presiden minta kepada kita segera selesaikan supaya kita tetap bisa menjalankan per 1 Januari," kata Sri Mulyani saat konferensi pers.

Kenaikan cukai rokok, lanjut Sri Mulyani, yang diputuskan pemerintah sebesar 12 persen. Tahun 2019, konsumsi rokok domestik sempat mengalami peningkatan. Namun, pemerintah tidak menetapkan kenaikan cukai rokok.

"Pada 2019 kita tidak melakukan kenaikan, saat konsumsi rokok meningkat 7,4 persen. Kemudian kita naikkan cukai tembakau, dan langsung menurunkan jumlah konsumsi rokok domestik sebesar -9,7 persen pada tahun 2020," ungkapnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah bermaksud menurunkan konsumsi rokok domestik secara bertahap. Upaya menurunkan konsumsi rokok domestik itu salah satunya dilakukan dengan meningkatkan CHT. Kenaikan 12 persen CHT tahun ini, akan mempengaruhi harga jual rokok di tingkat pengecer.

Besaran harga jual eceran (HJE) rokok berbeda untuk tiap golongan, termasuk harga per batang maupun per bungkus (1 bungkus isi 20 batang). Selain berpengaruh pada kenaikan HJE rokok, kenaikan cukai hasil ini juga berdampak pada penurunan produksi rokok di tahun 2022.

Diperkirakan, produksi rokok akan mengalami penurunan sebesar 3 persen dari 320,1 miliar batang menjadi 310,4 miliar batang.

Kenaikan harga rokok di tingkat pengecer, disesuaikan dengan jenis dan golongan rokok sesuai cara produksinya. Rokok kretek atau rokok putih yang diproduksi menggunakan mesin. Dan rokok kretek atau rokok putih yang di produksi dengan tangan. Pasca kenaikan CHT oleh pemerintah harga rokok tertinggi di tingkat pengecer jenis sigaret kretek mesin (SKM) bisa mencapai Rp. 40 ribu per bungkus. Jenis sigaret putih mesin bahkan bisa tembus hingha Rp. 45 ribu per bungkus.

Harga rokok berdasarkan golongannya yang diproduksi menggunakan tangan jenis kretek, harga tertinggi di tingkat pengecer bisa mencapai Rp 34 ribu. (*)

Posting Komentar

© Kata Berita. All rights reserved. Developed by Jago Desain